Unsur Kimia Tembaga Beserta Seluk Beluknya Secara Ilmiah

Unsur Kimia Tembaga

Tembaga merupakan salah satu unsur kimia yang sudah tertera dalam Tabel Periodik Unsur. Unsur kimia tembaga sendiri dilambangkan sebagai ‘Cu’ yang mana berasal dari bahasa latin Cuprum. Seperti yang kita tahu, tembaga adalah salah satu logam yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk alat listrik, alat masak, dan lain sebagainya. Berikut ini kami akan membahas seluk beluk tentang unsur kimia tembaga. Mulai dari sifat kimia, sifat fisika, hingga asal mula unsur ini ada di bumi.

Sifat Kimia Tembaga

Dalam Tabel Periodik Unsur, tembaga atau Cu terletak di periode 4 golongan 11, memiliki nomor atom sebesar 29, serta memiliki massa atom relatif sebesar 63,546. Tembaga juga memiliki konfigurasi elektron berupa [Ar] 3d10 4s1.

Bisa dibilang tembaga ini cenderung tidak reaktif, dan inilah mengapa jarang sekali ditemui tembaga terkorosi atau berkarat. Terkadang juga kita menemui tembaga yang berwarna hijau, lapisan hijau menarik ini adalah sebuah lapisan yang menutupinya dalam keadaan lembab. Lapisan tersebut adalah karbonat basa yang memiliki nama senyawa Cu(OH)2CO3.

Tembaga panas pada unsur kimia tembaga rupanya mampu mengadakan reaksi dengan halogen dan uap belerang. Ketika tembaga bereaksi dengan halogen maka akan terbentuk tembaga(I) klorida dan tembaga(II) klorida yang mana melibatkan unsur Cl atau klor. Namun demikian, tembaga tidak bisa mengadakan reaksi dengan senyawa alkali tetapi ia bisa larut dalam amonia. Larutnya tembaga dalam amonia menyebabkan larutan berwarna biru yang diberi nama senyawa kompleks Cu(NH3)4+.

Baca juga : Kerajinan Tembaga dan Kuningan dengan Kualitas Terbaik

Pada temperatur 300 derajat celcius tembaga bisa bereaksi dengan oksigen yang kita hirup sehari-hari dan membentuk senyawa CuO. CuO yang terbentuk berwarna hitam. Pada keadaan lain dimana temperaturnya mencapai 1000 derajat celcius tembaga yang bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa berwarna merah yang diberi nama tembaga(I) oksida atau Cu2O.

Sebelumnya telah kami bahas bahwa tembaga ini jarang sekali berkarat, bahkan bisa dibilang memang tidak bisa berkarat. Sebabnya adalah tembaga tidak bisa bereaksi dengan air dan uap air. Tembaga juga tidak bisa bereaksi dengan asam encer seperti H2SO4 encer dan HCl. Akan tetapi, apabila tembaga bereaksi dengan asam pekat yang mendidih maka akan terjadi reaksi yang akan membebaskan gas hidrogen. Reaksi ini menghasilkan ion kompleks yang diberi nama CuCl2-.

Sifat Fisika Tembaga

Tembaga memiliki titik didih sebesar 2562 derajat celcius serta titik leleh sebesar 1084,6 derajat celcius. Dikenal memiliki fase padat atau solid dalam suhu kamar, tembaga memiliki kerapatan sebesar 8,94 gram/cm3. Elektronegativitas atau kemampuan unsur tembaga menarik elektron menuju pusat atomnya sebesar 1,90 skala Pauling.

Unsur tembaga bersifat diamagnetik untuk kemagnetannya, ia juga memiliki struktur kristal berupa kubus berpusat muka (fcc). Ion tembaga (II) akan bersifat racun apabila berkonsentrasi tinggi. Apabila ia dilarutkan dalam air pada konsentrasi rendah maka ia akan menjadi fungisi, anti bakteri, dan bahan tembaga kayu. Untuk manfaatnya dalam tubuh, tembaga sering ditemui dalam konsentrasi kecil di bagian jantung, otak, usus, ginjal, dan hati.

Sejarah Unsur Tembaga

Tembaga merupakan unsur atau logam yang paling pertama ditambang oleh peradaban manusia. Diperkirakan tembaga sudah ada di bumi sejak 10.000 tahun yang lalu, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kalung dari tembaga di Irak yang rupanya sudah dibuat sejak 9500 sebelum Masehi. Tembaga sendiri memiliki nama latin Curprum yang berasal dari kata Cyprium. Cyprium adalah sebuah pulau dimana tembaga pertama kali dibuat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*