Tembaga Sulfat yang Memiliki Manfaat Besar Bagi Manusia

Tembaga Sulfat

easyCryptoInfo.com – Sebelumnya telah kami bahas mengenai unsur kimia tembaga, mulai dari sifat fisika, sifat kimia, hingga sejarah ditemukannya. Diperkirakan sudah ada sejak 9500 sebelum Masehi, tembaga telah dimodifikasi menjadi berbagai senyawa yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Dari berbagai senyawa yang memiliki unsur utama berupa tembaga, ada salah satu yang akan kami bahas, yaitu tembaga sulfat.

Tembaga sulfat atau juga dikenal sebagai cupri sulfat merupakan suatu senyawa kimia yang memiliki rumus molekul berupa CuSO4. Ada dua bentuk tembaga sulfat yang ada di bumi, yaitu dalam bentuk hidrat dan bentuk anhidrat.

Bentuk anhidrat dari tembaga sulfat berupa bubuk putih abu-abu atau terkadang ditemui juga berwarna hijau pucat. Sedangkan untuk bentuk hidrat, tembaga sulfat memiliki bentuk kristal berwarna biru yang rumus molekulnya adalah CuSO4.5H2O. Selain itu kami akan membahas tembaga sulfat lebih dalam. Mulai dari nama lainnya, sifat kimia dan fisika, proses pembuatan, hingga kegunaannya, berikut uraiannya.

Nama Lain Tembaga Sulfat

Tembaga(II) sulfat memiliki nama lain dikarenakan bentuk hidratnya yang berbeda-beda. Ia bisa disebut sebagai vitriol biru apabila berupa pentahidrat. Disebut batu biru apabila berupa mineral trihidrat.

Dalam bentuk mineral heptahidrat, tembaga sulfat disebut sebagai botit. Disebut sebagai kalkanit apabila berupa mineral pentahidrat, dan disebut sebagai kalkosianit apabila berupa mineral pada umumnya.

Sifat Fisika dan Sifat Kimia Tembaga Sulfat

Tembaga sulfat atau CuSO4 memiliki massa molar sebesar 159,62 gram/mol dalam bentuk anhidrat dan 249,7 gram/mol dalam bentuk pentahidrat. Sedangkan untuk densitas, dalam bentuk anhidrat densitasnya sebesar 3,603 gram/cm3 dan dalam bentuk pentahidrat sebesar 2,284 gram/cm3. Titik lebur tembaga sulfat berada di angka 110 derajat celcius, sedangkan titik didihnya sebesar 650 derajat celcius.

Baca juga : Daftar Komoditas Ekspor Indonesia Yang Menjadi Unggulan

Struktur kristal tembaga sulfat berupa Orthrorombik. Sebelumnya telah dibahas bahwa tembaga sulfat sifatnya racun apabila ada dalam konsentrasi tinggi. Telah ditetapkan pada klasifikasi UE bahwa tembaga sulfat dinyatakan sebagai senyawa beracun, bisa menyebabkan iritasi, dan berbahaya bagi lingkungan.

Proses Pembuatan Tembaga Sulfat

Diproduksi secara besar-besaran, tembaga(II) sulfat dibuat dengan cara menghomogenkan logam tembaga pada larutan asam sulfat panas. Sedangkan untuk keperluan laboratorium atau penelitian, tembaga(II) sulfat biasa didapatkan dengan cara beli.

Dalam bentuk anhidrat atau mengandung molekul air, tembaga sulfat sering ditemui di dalam mineral bernama Kalkosianit. Tak hanya itu saja, tembaga(II0 sulfat juga banyak terkandung di sebuah mineral pentahidrat yang disebut sebagai kalkantit. Terdapat dua mineral langka yang rupanya juga mengandung tembaga sulfat. Mineral tersebut adalah bootit (heptahidrat) dan mineral bonatit (trihidrat).

Kegunaan Tembaga Sulfat

Tembaga(II) sulfat yang berupa mineral pentahidrat biasa digunakan sebagai fungisida (pengusir jamur). Namun demikian, tak semua jamur bisa diberantas oleh tembaga(II) sulfat ini, beberapa jamur diketahui mampu beradaptasi dengan kadar ion tembaga dengan konsentrasi tertentu.

Senyawa ini juga biasa dicampurkan dalam campuran Bordeaux, campuran ini digunakan untuk mengontrol pertumbuhan jamur pada makanan dan minuman seperti buah melon, buah anggur, beri-berian, dan lainnya. Selain sebagai fungisida, tembaga sulfat juga dicampurkan dengan amonium karbonat guna membuat suatu senyawa bernama senyawa Chestnut. Senyawa Chestnut berfungsi untuk mencegah biji hortikultura terlalu lembab.

Dalam bidang herbisida senyawa ini digunakan untuk memberantas serangan hama tanaman air dan akar tumbuhan pada pipa yang biasa dilewati air. Larutan encer dari senyawa ini juga biasa digunakan untuk mengobati ikan-ikan di akuarium dari serangan infeksi parasit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*