Salah Satu Produksi Tembaga di Indonesia dimulai dari Timika Papua

Tembaga di Indonesia

easyCryptoInfo.com – Tembaga merupakan salah satu dari jenis logam yang memiliki banyak sekali manfaat bagi manusia. Logam yang satu ini digunakan dalam industri, kerajinan dan juga barang-barang lainnya. Pentingnya logam ini membuatnya sangat perlu untuk diproduksi atau ditambang dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu sejarah yang berkaitan dengan produksi tembaga di Indonesia ini dimulai dari Timika Papua yang terkenal dengan hasil tambangnya.

Sejarah singkat telah mencatat bahwa pada tahun 1971 Freeport telah membangun Bandar Udara Timika dan pusat perbekalan. Kemudian setelah itu dibangun jalan-jalan utama sebagai akses ke tambang dan juga jalan-jalan ke daerah-daerah yang terpencil. Hal ini dilakukan sebagai modal akses ke desa-desa dan berlangsung pada Tahun 1972, saat itu Presiden Soeharto menamakan kota yang dibangun secara bertahap oleh Freeport tersebut dengan nama yang terkenal sampai sekarang yaitu  kota Tembagapura.

Pada tahun 1973 Freeport menunjuk seorang kepala perwakilannya untuk wilayah Indonesia sekaligus sebagai presiden direktur pertama Freeport yang berada di Indonesia. Kontribusi dari penerimaan negara pada sektor Bea Keluar Konsentrat Tembaga PT. Freeport Indonesia terancam tidak mencapai target di tahun 2019 ini.

Disebabkan oleh jumlah produksi Konsentrat Tembaga PT. Freeport Indonesia yang telah menurun di Tahun 2019.”PT. Freeport Indonesia saat ini telah menutup tambang terbuka Grasberg dan lebih berfokus pada investasi tambang bawah tanah. sehingga untuk produksi  tahun 2019 kemungkinan akan turun drastis apabila dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini dapat menjadi dasar Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Khusus Papua untuk meninjau langsung proses produksi Konsentrat Tembaga PT. Freeport Indonesia. Mengingat produksi yang semakin menurun. Dan ditambah kondisi lingkungan Grand tembaga timika yang semakin rusak. Maka diperlukan kegiatan untuk kembali melestarikan lingkungan. Berikut hal yang seharusnya dilakukan di grand tembaga Timika. Beberapa upaya tersebut adalah sebagai berikut:

Menaikkan Harga Bahan Tambang Tembaga

Upaya pelestarian tembaga yang pertama dapat dilakukan adalah menaikkan harga tembaga. Tembaga yang merupakan salah satu barang tambang dapat diperjual belikan. Sesuai dengan hukum ekonomi yang berlaku. Ketika harga suatu barang murah maka yang dibeli akan semakin banyak,  hal ini akan berbanding terbalik ketika harga naik maka jumlah yang dibeli pun juga menurun.

Hal ini dapat diartikan bahwa menjual tembaga dengan harga yang lebih mahal pasti pembelian tembaga akan mengalami penurunan. Hal ini akan secara otomatis pada jumlah tembaga yang dipakai juga mengalami penurunan. Hal ini dapat mengurangi pengambilan tembaga mentah yang masih berada di dalam bumi sehingga tembaga tetap bisa lestari.

Baca juga : Harga Komoditas Batu Bara di Indonesia Beserta Prospek Ke Depannya

Membatasi Segala Penggunaan Tembaga

Upaya yang kedua adalah ikut membatasi penggunaan tembaga. Hal ini tentu dapat diterapkan pada semua jenis tambang apa saja. salah satu hal yang menyebabkan barang tambang tidak lestari adalah eksploitasi dan eksplorasi secara berlebihan dan digunakan secara berlebihan juga.

Manusia seharusnya dapat menggunakan barang tambang dengan hati- hati. Selain itu, sebaiknya manusia juga hemat dan menggunakan barang tambang tembaga ini sesuai dengan peruntukannya saja. Semua sebaiknya tidak diperbolehkan menggunakan tembaga secara berlebihan mengingat tembaga merupakan barang tambang yang keberadaanya juga bisa habis. Selain itu untuk dapat memulihkannya bisa memerlukan waktu yang sangat lama.

Mengganti Bahan Tambang Tembaga dengan Bahan Alternatif

Upaya yang terakhir adalah dengan mengganti tembaga dengan bahan- bahan lain yang memiliki fungsi yang sama dengan tembaga. Hal ini tentu akan dapat menghemat penggunaan tembaga dan menambah persediaan cadangan dari tembaga mentah yang ada di bawah kerak bumi.

Namun demikian  harus dapat memilih bahan alternatif yang akan diambil sebagai pengganti tembaga. Selain itu, bahan tersebut memiliki fungsi yang sama dengan tembaga. Dan bahan tersebut diusahakan ramah lingkungan. Jumlahnya lebih banyak dari bahan tambang tembaga.  Dan harganya juga lebih murah dibandingkan dengan tembaga. Hal ini dapat menjadi pertimbangan ketika kita akan memilih suatu bahan alternatif sumber daya alam nabati dan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*