Sifat Kimia dari Logam Mulia Emas yang Perlu diketahui

Sifat Kimia dari Logam Mulia Emas

Seperti yang kita tahu bahwasannya emas adalah simbol dari kekayaan dan juga sering digunakan sebagai investasi. Ini disebabkan karena emas dinilai memiliki nilai jual yang meningkat setiap tahunnya. Entah itu dijadikan sebagai perhiasan, maupun sebagai tabungan berupa logam batangan, emas tentunya memiliki sifat kimia maupun fisika. Berikut akan kami bahas beberapa sifat kimia emas yang harus Anda ketahui, sehingga membuat mantap saat akan bertransaksi ataupun investasi emas.

Sifat Kimia Emas

Dalam Tabel Periodik Unsur emas memiliki nama latin Aurum yang diberi simbol ‘Au’. Emas memiliki nomor atom 79 dan massa atom 197, selain itu emas juga termasuk dalam golongan logam transisi yang terletak pada periode 6.

Dari nomor atom yang sebesar 79 tersebut, emas memiliki konfigurasi elektron berupa [Xe] 4f14 5d10 6s1. Sifat kimia emas selanjutnya adalah elektronegativitas, elektronegativitas emas sebesar 2,54 dalam skala Pauling.

Elektronegativitas adalah salah satu sifat kimia yang menjelaskan kemampuan suatu atom untuk menarik elektron pada ikatan kovalen. Dengan skala elektronegativitas sebesar itu, bisa dinilai bahwa emas ini memiliki cukup kuat ketertarikan terhadap elektron.

Baca juga : Harga Pasaran Emas dan Berbagai Faktor yang Mempengaruhinya

Deposit Emas di Alam (mineral)

Emas terdapat di bebas di alam dalam bentuk bijih emas. Bijih emas yang tersebar di alam memiliki ukuran yang beragam. Ada yang cukup besar sehingga bisa dilihat secara kasat mata, ada juga yang kecil tak terlihat yang ukurannya hanya berkisar nanometer. Emas skala nanometer ini berwujud seperti koloid. Tak hanya itu saja, emas juga ditemukan dalam ukuran atomik yang ukurannya berskala pikometer.

Lalu dimana bijih emas ini ditemukan? Masyarakat biasa mendulang bijih emas di sungai dan perairan, ada juga pertambangan khusus emas yang memiliki berbagai metode untuk menambangnya. Emas yang ditambang oleh industri pertambangan biasa menggunakan metode semprot, penggalian, dredging, hydraulicking, dan sebagainya.

Bijih emas biasa menempel pada mineral logam di batuan. Mineral logam yang dimaksud bisa berbentuk sebagai mineral primer maupun mineral gabungan yang tercampur pada mineral logam lainnya.

Meskipun logam batuan yang ditemukan ukurannya besar, bukan berarti kandungan bijih emasnya juga besar. Kandungan bijih emas dalam batuan logam bervariasi, ada yang dihitung menggunakan satuan ppm (part per million), ppb (part per billion), persen, dan lainnya. Sejarah pernah mencatat bahwa pernah ada kandungan emas seberat tiga puluh lima kilogram dalam satu ton batuan logam.

Namun demikian, penemuan emas hingga semasif itu jarang sekali terjadi. Bijih emas yang ditemukan dalam satu ton batuan logam itu terletak di bagian inti dari urat emas atau gold vein. Untuk mendapatkan bijih emas dalam batuan logam diperlukan batuan logam yang mengandung minimal 3 ppm atau lebih Aurum.

Kabar baiknya, Indonesia merupakan cincin api dunia yang mana emas tersebar di seluruh wilayah Indonesia, namun tentunya dengan konsentrasi dan kandungan yang berbeda-beda. Konsentrasi yang tinggi biasanya terletak di tepi sungai dan tepi lempeng benua.

Sifat Fisika Emas

Memang benar bahasan utama kita kali ini adalah sifat kimia emas. Namun setelah membahas mengenai bagaimana emas didapatkan di alam, perlu juga untuk mengetahui bagaimana sifat fisika emas. Berikut beberapa sifat fisika emas.

Dalam Tabel Periodik Unsur Kimia, emas dianggap sebagai unsur yang bersifat padat atau solid. Memiliki titik leleh sebesar 1064o C dan titik didih sebesar 2970o C. Emas memiliki massa jenis sebesar 19,3 gram/mililiter. Untuk sifat kemagnetan emas ini memiliki sifat diamagnetik dan memiliki jari-jari atom sebesar 144 pm.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*