Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional Yang Paling Mencolok

Dalam pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia menyediakan fasilitas supaya beberapa investor bisa menanam modal di beberapa perusahaan nasional dalam bentuk saham.

Beberapa saham perusahaan yang terdaftar di Bursa pada umumnya ditimbang dan diawasi dalam sebuah index, yakni Index Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ini belum mengategorikan beberapa saham lebih detil, dan belum masukkan beberapa prinsip tertentu hingga disebutkan konvensional.

Apakah anda sudah tahu Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional ? Berikut beberapa perbedaan di antara saham syariah dan konvensional.

1. Berdasar Pengertian

Pasar modal konvensional

Pasar modal konvensional ialah tempat di mana terjadi transaksi bisnis surat bernilai dalam rencana penelusuran atau tambahan dana yang bakal digunakan sebagai modal untuk meningkatkan usaha satu perusahaan.

Pemahaman pasar modal konservatif ialah pemahaman atau pengertian pasar modal biasa, sama seperti yang sempat disebut sebelumnya yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Pasar modal syariah

Syariah, atau syariat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna:

Hukum agama yang memutuskan ketentuan hidup manusia, jalinan manusia dengan Allah Swt., jalinan manusia dengan manusia dan alam seputar berdasar Alquran dan hadis.

Maka jika pasar modal syariah bermakna ialah pasar modal biasa namun pada proses transaksi bisnisnya mengaplikasikan konsep syariah atau hukum Islam. Bukan hanya dalam transaksi bisnis saja, tapi di beberapa faktor aktivitas ekonominya.

2. Berdasar Index Saham

Pasar modal konvensional

Index di pasar modal ini bebas saja sich, ya yang seperti pasar modal umumnya itu. Indeksnya masukkan segala hal tanpa mempertimbangkan halal haram produknya, apa perusahaan mempunyai beban hutang dengan riba, dan lain-lain.

Baca juga :   Pengertian Saham Menurut Para Ahli yang Mudah dipahami Pemula

Asal telah memenuhi persyaratan IPO dan telah listing, ya silahkan diselenggarakan transaksi bisnis. Sempat pernah baca-baca sich, kabarnya, di Australia ada lokalisasi yang sahamnya turut diperjualbelikan di bursa efek di tempat, dan engga ada permasalahan, karena semua syarat telah dipenuhi.

Pasar modal syariah

Jika di pasar modal ini, index sahamnya diatur atas dasar hukum Islam, karena semua rutinitas yang terjadi di pasar modal ini harus dilaksanakan berdasar konsep dan hukum secara syariah.

Maka bakal ada penetapan, apa produk perusahaan haram atau engga, punyai rutinitas yang beriba atau engga, dan sebagainya. Umumnya yang diharamkan ialah riba, permainan judi, taruhan, dan lain-lain.

Untuk di Indonesia, pasar modal syariah ini telah mempunyai tempat investasi sah, yakni Jakarta Islamic Indeks atau JII.

Baca juga : Cara Beli Saham Bank Mandiri Untuk Yang Belum Berpengalaman

3. Berdasar Instrumen dan Emiten

Selanjutnya perbedaan saham syariah dan konvensional Berdasarkan Instrumen dan Emiten, berikut penjelasan keduanya.

Pasar modal konvensional

Sudah tentu, instrumen yang diperjualbelikan di Pasar modal konvensional ialah semua tipe surat bernilai tanpa batas tertentu selama telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan. Dimulai dari saham, obligasi, derivatif, reksa dana, right, warrant, dan yang lain.

Transaksi bisnis dan instrumennya dapat memiliki kandungan bunga, dan bisa terjadi transaksi bisnis yang memiliki sifat spekulatif dan manipulatif.

Emitennya bisa juga mana saja sejauh telah memenuhi syarat yang diberi oleh Bursa Efek, tanpa mempertimbangkan status halal atau haram.

Pasar modal syariah

Jika di sini, yang dijualbelikan tentu saja produk investasi syariah. Saham perusahaan yang aktivitas usahanya seperti syariah Islam. Obligasi ya yang sesuai persyaratan hukum Islam. Begitupun dengan reksa dana.

Produk emiten harus juga sesuai konsep syariat. Ini bermakna tidak ada alkohol, judi, makanan yang diharamkan, dan lain-lain. Transaksi bisnis yang dilaksanakan bebas bunga, demikian juga instrumennya. Disamping itu, bebas dari kecurangan pasar dan minim transaksi bisnis yang menyangsikan.

Baca juga :   Broker Saham Terbaik di Indonesia Dengan Layanan Memuaskan

Konsep yang biasa dipakai ialah konsep mudharabah, musyarakah, ijarah, istina, salam, dan muharabah. Beberapa prinsip ini yang digerakkan di beberapa bank syariah.

4. Berdasar Proses dan Proses Transaksi bisnis

Pasar modal konvensional

Di sini, Mau haram atau mungkin tidak, investor dan aktor pasar tidak mempersoalkan. Yang paling penting, produk dapat mendatangkan keuntungan. Arah putaran uang dibuka secara bebas, hingga ide bunga dan riba dalam Pasar modal konvensional jadi hal yang umum terjadi.

Di sini juga rawan terjadi bermacam kecurangan. Secara singkat, ingin produknya bikin rugi orang, tetapi jika memang dipandang memberikan keuntungan untuk investor dan aktor pasar, ya bodo amat. Masih dapat dijualbelikan.

Karena itu, untuk dapat “bermain” di Pasar modal konvensional ini perlu pengetahuan yang cukup. Tidak boleh hanya ikutan dech, dasarnya.

Pasar modal syariah

Nach, jika di pasar modal ini, ketentuannya terang banget. Transaksi bisnis yang terjadi harus dilaksanakan berdasar hukum-hukum Islam yang berjalan, yakni berdasar kehalalannya dan kemampuan usaha perusahaan yang surat berharganya diperjualbelikan.

Dana yang ditanamkan jangan digunakan untuk gerakkan usaha-usaha yang beroperasi di sektor yang tidak sesuai konsep syariat, sama seperti yang telah diterangkan di point ke-3 di atas.

Trading sendiri sering loss? Yuk trading di bingbon bareng ahli yang sudah terbukti profit ratusan persen! baca panduan disini.

Leave a Comment