Perbedaan Saham dan Obligasi, Nih Penjelesan Lengkapnya!

Perbedaan saham dan obligasi

Anda tentu sudah sering mendengar istilah saham dan obligasi bukan? Kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lain. Lantas apa perbedaannya? Untuk mengetahui perbedaan saham dan obligasi, Anda harus tahu pengertiannya terlebih dahulu.

Saham adalah surat dengan nilai berharga sebagai tanda bukti kepemilikan aset pada perusahaan dengan jumlah tertentu. Sedangkan obligasi adalah bentuk surat hutang yang dijadikan sebagai tanda jika suatu perusahaan menerima modal dari pemilik modal dengan jumlah yang sudah ditetapkan.

Beragam Hal Terkait Perbedaan Saham dan Obligasi

Perbedaan saham dan obligasibisa dilihat dari berbagai segi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak beberapa hal di bawah ini.

Dari jangka waktunya ==> saham tidak memiliki keterbatasan waktu dalam penggunaannya. Sedangkan obligasi memiliki waktu yang terbatas dengan ketetapan tanggal jatuh tempo.

Fungsi ==> saham memiliki fungsi sebagai tanda kepemilikan suatu aset perusahaan dengan besaran yang sudah ditetapkan. Sedangkan obligasi adalah tanda bukti pengakuan hutang oleh perusahaan pada pemberi modal dengan jumlah yang tetap.

Besaran penghasilan ==> pemilik saham akan mendapatkan bagian dari perusahaan dengan jumlah sesuai keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Sedangkan obligasi memiliki penghasilan yang tetap dan stabil serta tidak terpengaruh oleh untung serta rugi dari perusahaan

Fluktuasi harga ==> saham dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan mikro sehingga bersifat fluktuatif. Sedangkan harga dari obligasi cenderung stabil namun terbilang sensitive terhadap inflasi dan bunga

Perpajakan ==> jika keuntungan pada pemilik shaam adalah setelah dipotong pajak, maka pemilik obligasi bisa mendapatkan bunga obligasi tanpa pajak

Hak suara ==> pemilik saham memiliki hak dalam memberikan suara terkait dengan perkembangan dari perusahaan. Sedangkan pemegang obligasi tidak memiliki hak untuk itu.

Saat perusahaan bangkrut ==> ketika bangkrut, pemilik saham akan mendapatkan klaim inferior setelah hutang terlunasi. Sedangkan yang memiliki obligasi bisa mendapatkan sebagian atau bahkan seluruh aset dari perusahaan.

Dari perbedaan di atas, Anda bisa mengukur sendiri ingin menjadi pemegang saham atau pemilik obligasi. Anda juga bisa mengetahui perbedaan saham dan obligasi secara lebih jelas.

Dengan mengerti perbedaan saham dan obligasi

Bagi Anda yang tertarik terjun di dunia investasi, ada baiknya mengetahui dulu jenis saham dan obligasi yang bisa dimiliki. Adapun jenis saham yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut:

Saham preferen ==> jenis saham yang satu ini memiliki karakteristik saham biasa serta obligasi. Pemilik bisa memperolehpendapatan dari dividen dengan rate yang bersifat tetap seperti halnya bunga obligasi. Pemilik saham ini juga memiliki hak utama terhadap dividen ketika perusahaan bangkrut.

Saham biasa ==> saham yang satu ini memiliki kewajiban yang terbatas saat perusahaan mengalami kebangkrutan. Dalam hal ini, kerugian yang didapatkan sebatas yang ia investasikan saja. Pemilik saham biasa memiliki klaim untuk pendapatan serta aset perusahaan.

Selanjutnya jenis obligasi, seperti yang berikut ini:

Obligasi tanpa jaminan ==> jenis obligasi yang satu ini diberikan dalam bentuk kepercayaan saja. Contohnya adalah debenture bonds yang merupakan obligasi yang diterbitkan pemerintah.

Obligasi dengan jaminan ==> jenis obligasi yang satu ini memiliki jaminan tertentu. Sebagai contoh adalah obligasi dengan jaminan efek, obligasi dengan jaminan peralatan, obligasi dengan jaminan harta, dan lain sebagainya.

Penjelasan di atas merupakan perbedaan saham dan obligasi beserta contohnya yang bisa dipelajari terlebih dahulu sebelum terjun di dunia investasi. Saham dan obligasi sendiri memiliki perbedaan dalam segi keuntungan hingga tanggung jawabnya atas suatu perusahaan.

Be the first to comment on "Perbedaan Saham dan Obligasi, Nih Penjelesan Lengkapnya!"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*