Pelajari Cara Pergerakan Harga Saham Sebelum Memulai Trading

Cara Pergerakan Harga Saham

Jika Anda ingin memulai untuk trading maka ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu tentang ilmu yang di gunakan saat trading. Karena melakukan trading tanpa ada perencanaan atau ilmu yang matang di awalnya hanya akan membuat Anda menderita kerugian di akhir trading. Salah satu ilmu yang harus Anda miliki sebelum trading utamanya untuk trading forex adalah pergerakan harga saham atau Moving Average (MA).

Pentingnya Moving Average Untuk Di Pelajari

Jadi, jika Anda bukan seorang trader profesional yang entah bagaimana dapat memprediksi tren pasar hanya dengan intuisi murni, Anda lebih baik belajar Moving Average. Inilah sebabnya, indikator ini melakukan tugasnya dengan mengikuti tren pasar menurut data trading sebelumnya, yang diduga paling sederhana namun paling populer dalam melakukan pekerjaan itu.

Indikator sederhana moving avarage adalah taruhan terbaik Anda ketika Anda mencoba mencari tahu ke mana arah tren pasar, baik bullish atau bearish, terutama jika Anda seorang pemula. Namun, bahkan ikan besar atau trader profesional sekalipun kemungkinan akan menggunakan Moving Average periode lama untuk menavigasi di mana support atau resistance dimulai.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, Moving Average mengikuti tren pasar, dan karena itu hanya menunjukkan tren pasar saat ini relatif terhadap apa yang ada di masa lalu, itu tidak dapat memprediksi tren pasar yang akan datang dengan sendirinya. Jangan khawatir, Moving Average masih layak untuk membantu Anda membaca di mana tren akan berakhir, karena sejarah berulang.

Apakah Moving Average Praktis Untuk Di Gunakan?

Jika ada indikator praktis yang dapat tetap sederhana untuk dibaca sementara berpotensi memberikan wawasan yang signifikan dalam hubungannya dengan indikator yang tidak sederhana lainnya, tarik tab Anda dan bertaruh pada Moving Average. Itu bagus.

Secara teknis, Moving Average biasanya digunakan untuk mengukur di mana tren cenderung naik atau turun dengan menghitung harga pasar rata-rata dalam periode tertentu (5 hari, 30 hari, dll.). Oleh karena itu kita dapat menggunakan Moving Average untuk meningkatkan kesadaran kita ketika membeli atau menjual saham yang muncul dari pembacaan data.

Sinyal-sinyal itu “dipanggil” dari crossover, pada saat-saat di mana satu garis MA (Moving Average) melintasi pasar harga atau garis MA lainnya. Moving average jangka panjang (100, 200) biasanya mencakup ketika tren naik atau turun dapat terjadi. Uptrend adalah saat di mana harga pasar berada di atas Moving Average periode lama, dan tren turun adalah kebalikannya.

Ini populer di kalangan pemain yang lebih besar, terutama ketika harga pasar mulai melewati garis MA jangka panjang, karena mereka kemungkinan akan membuka posisi buy (beli) dalam Uptrend. Namun, trader jangka pendek (trader harian, calo, dll.) Lebih suka menggunakan periode MA yang jauh lebih pendek untuk membantu mereka menemukan sinyal perambahan.

Kombinasi dari garis MA yang lebih panjang dan lebih pendek akan melakukan keajaiban terutama untuk trader baru. Bantu diri Anda dengan mengatur beberapa garis periode pendek (15, 20, 25) dan menontonnya ketika mulai melewati garis MA jangka panjang.

Pertimbangkan membuka posisi sell (jual) ketika garis MA periode pendek mulai turun di bawah mitra yang lebih panjang, tak perlu dikatakan, Anda dapat melakukan sebaliknya (membuka posisi panjang) ketika garis MA periode pendek melambung di atas.

Namun jangan khawatir, agar sepersepsi itu Anda dapat menggunakan indikator lain bersama-sama dengan Moving Averages, seperti MACD (Moving Average Convergence-Divergence) dan RSI (Relative Strength Index).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*