Mengenal Lebih Dekat Karakteristik Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah

Pasar modal syariah hadir bagi Anda yang menginginkan investasi, namun tetap mengedepankan prinsip syariah dan mengedepankan syariat Islam. Karena memang bagi sebagian orang mencari penghasilan bukan sekedar mencari untung. Namun ada hal penting yang bisa menjaga keselamatan di dunia dan akhirat.

Pasar modal syariah merupakan instrumen keuangan jangka panjang yang mengelola perdagangan surat berharga, saham, dan reksa dana dengan menerapkan prinsip syariah sebagai dasar sistem kerjanya.

Namun penerapan prinsip syariah didasarkan pada Alquran sebagai sumber hukum tertinggi dan tentunya Hadits. Selanjutnya dari kedua sumber hukum tersebut para ulama memaknai ilmu fiqh. Dengan demikian, hasil keuntungannya dijamin halal karena investasi yang dikembangkan dilindungi dari hal-hal yang dilarang.

Karakteristik & Prinsip Pasar Modal Syariah

Berikut ini ada beberapa prinsip atau karakternya.

1. Investasi Halal

Tak heran jika memiliki prinsip dasar “investasi halal”. Sebab memang tujuan utama hadirnya pasar modal syariah adalah untuk menyediakan produk atau instrumen investasi yang halal, khususnya bagi umat Islam. Dengan investasi halal, kekhawatiran masyarakat terhadap investasi yang mengandung ketidakjelasan, riba, dan hal-hal haram lainnya dapat teratasi.

2. Uang Sebagai Alat Pertukaran Nilai

Di pasar modal syariah, uang dapat digunakan sebagai alat tukar nilai. Dengan kata lain, selama investor melakukan investasi, investor akan mendapat return dengan porsi tertentu. Namun, proses investasi harus menggunakan mata uang yang sama (ekuivalen) dengan pembukuan.

Baca juga :   7 Tips yang Harus Di Perhatikan Sebelum Mulai Trading Saham

3. Transaksi Menggunakan Kontrak

Aktivitas transaksi akad atau kerjasama harus sesuai dengan prinsip syariah. Jadi, jika harus sesuai dengan prinsip syariah, maka transaksinya harus sesuai dengan akad. Dengan demikian, transaksi dapat dilakukan secara jelas antara kedua pihak sehingga tidak ada yang bersembunyi dan merasa dirugikan.

4. Risiko Terkendali

Memungkinkan investor dan emiten untuk bekerja sama tanpa harus menghadirkan risiko yang relatif tinggi. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pihak yang dirugikan dari kegiatan investasi tersebut. Dengan kata lain, risiko investasi di dapat dikendalikan.

5. Mekanisme yang Jelas dan Wajar

Mekanisme yang jelas dan masuk akal ditekankan. Hal ini bertujuan untuk melindungi atau menghindari prasangka buruk dalam melakukan transaksi. Dengan prinsip kehati-hatian, mekanisme yang jelas dan wajar, diharapkan akan ada transparansi dalam bertransaksi.

Instrumen Pasar Modal Syariah

Di pasar modal konvensional, instrumen yang biasa diperdagangkan adalah surat utang, sertifikat saham, warrant, sertifikat reksa dana, dan lain-lain. Namun, instrumen tersebut telah disesuaikan kembali berdasarkan prinsip syariah.

Baca juga :   Pelajari Cara Pergerakan Harga Saham Sebelum Memulai Trading

Instrumennya dikelompokkan menjadi tiga kategori yang terdiri dari:

1. Sekuritas Aset

Instrumen tersebut meliputi bentuk partisipasi musyarakah yang merupakan modal tetap dengan hak pengelolaan, pengawasan manajemen, dan hak suara dalam pengambilan keputusan.

Kemudian ada pula bentuk penyertaan mudharabah yang merupakan modal kerja dengan hak atas modal dan uang tersebut, tetapi tidak termasuk hak suara, pengawasan atau pengelolaan.

2. Sekuritas Hutang

Kategori instrumen ini berupa penerbitan surat utang yang terjadi pada transaksi jual beli atau sumber pendanaan suatu perusahaan.

3. Sekuritas Modal

Sedangkan instrumen ini merupakan jaminan atau bukti kepemilikan modal berupa saham dari perusahaan emiten yang terdaftar di pasar modal syariah.

Produk Pasar Modal Syariah

Ada beberapa produk, diantaranya:

  • Saham syariah (sekuritas).
  • Sukuk.
  • Reksa dana syariah.
  • Efek Beragun Aset Syariah (EBA Syariah)
  • Dana Investasi Real Estat Syariah (DIRE Syariah)

Be the first to comment on "Mengenal Lebih Dekat Karakteristik Pasar Modal Syariah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*