Apa itu Margin Trading Serta Cara Kerja Margin Trading

Bagi orang awam, istilah perdagangan margin mungkin terdengar asing, tetapi untuk investor saham, forex dan Cryptocurrency ini sudah tidak asing lagi.

Telepas dari itu, ketika kita berbicara tentang perdagangan cryptocurrency, ketersediaan dana yang cukup besar sangat diperlukan. Sebab, membeli cryptocurrency bukan hanya satu atau dua lembar, melainkan dalam dalam jumlah banyak. Oleh Sebab itu, modal yang dibutuhkan untuk “memainkan” cryptocurrency cukup besar, bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Namun, saat ini investor tidak perlu khawatir dengan keterbatasan modal yang dimilikinya. Pasalnya, terdapat fasilitas margin trading yang siap menutupi pembelian saham / cryptocurrency yang berkinerja baik. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan margin trading?

Apa itu Margin Trading ?

Margin Trading adalah metode membeli  saham / cryptocurrency dengan cara meminjam sejumlah uang dari perusahaan sekuritas (broker). Pinjaman tersebut dijamin dengan agunan (collateral) berupa saham / cryptocurrency di rekening investor.

Margin trading berfungsi untuk memudahkan para pedagang saham / cryptocurrency (selanjutnya disebut pedagang) dengan pinjaman bursa, untuk membeli saham/ cryptocurrency  yang memiliki potensi yang menjanjikan.

Cara kerja margin trading

Fasilitas margin trading memungkinkan investor untuk membeli saham di luar kapasitas modalnya, karena sebagian modal diperoleh dari pinjaman dari perusahaan sekuritas dimana investor tersebut membuka rekening atau menjadi nasabah.

Bagaimana cara kerja margin trading?

Pinjaman modal untuk keperluan perdagangan tentunya tidak sama dengan pinjaman modal di bank pada umumnya. Saat perdagangan margin dimulai, investor akan diminta untuk menentukan persentase margin dari total nilai pesanan. Hal ini terkait dengan konsep leverage ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara dana milik investor sendiri dengan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas sebagai perantara.

Akun perdagangan margin digunakan untuk membuat perdagangan leverage, yang menggambarkan rasio dana pinjaman terhadap margin. Sebagai gambaran misalnya membuka perdagangan sebesar Rp. 10 juta dengan leverage 10: 1, investor harus menyediakan modal Rp. 1 juta.

Tingkat leverage dalam perdagangan margin yang ditawarkan di setiap perdagangan saham berbeda.

  • Rasio tipikal untuk pasar saham adalah 2: 1.
  • Kontrak berjangka sering diperdagangkan dengan leverage 15: 1.
  • Trading forex rasio leverage yang ditawarkan bisa mencapai 50: 1, bahkan dalam beberapa kasus 100: 1 dan 200: 1.
  • Rasio leverage yang umum digunakan di pasar cryptocurrency berkisar dari 2: 1 hingga 100: 1.

Margin Trading Untuk Membuka Posisi beli dan jual

Posisi long mencerminkan asumsi bahwa harga akan naik, sedangkan posisi short mencerminkan sebaliknya. Sedangkan posisi open margin mencerminkan saham / cryptocurrency   yang merupakan aset investor yang menjadi jaminan atas modal pinjaman.

Hal ini penting untuk dipahami oleh investor, karena perusahaan sekuritas sebagai pialang atau pialang berhak memaksa penjualan saham/ cryptocurrency  yang merupakan aset investor jika pasar menunjukkan pergerakan yang berlawanan dengan posisinya, tentunya dalam batas tertentu.

Pada saat pinjaman jatuh tempo, investor saham / cryptocurrency  diwajibkan untuk melunasi hutang margin tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Ini juga dikenal sebagai margin call, di mana investor harus menyetor dana ke akun marginnya untuk mencapai persyaratan perdagangan margin minimum.

Baca juga :   Apa itu TRON (TRX) Dan Bagaimana Cara Mendapatkan Tron Dengan Mudah

Selain itu, investor juga akan dikenakan bunga pinjaman. Jika investor default atau gagal membayar utangnya, maka kepemilikan aset berupa saham / cryptocurrency  otomatis akan dilikuidasi untuk menutupi kerugiannya. Akibatnya, aset yang dimiliki investor terkait akan terpaksa dijual (force sell).

Konsekuensi membeli saham / cryptocurrency dengan model margin trading:

  • Jika harga saham / cryptocurrency naik = keuntungan dari kenaikan harga – biaya pinjaman. Misal kenaikan harga saham mencapai 10% dan biaya pinjaman 1%, maka laba bersih = 10% – 1% = 9%.
  • Jika harga saham / cryptocurrency turun = kerugian akibat penurunan harga – biaya pinjaman. Misal penurunan harga saham mencapai -10% dan biaya pinjaman 1%, maka laba bersih = -10% – 1% = -11%.

Kelebihan dan Kekurangan Margin Trading

Saham / cryptocurrency  merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki resiko tinggi dan tingkat pengembalian yang tinggi (high risk high return). Ini juga berlaku untuk membeli saham / cryptocurrency  dengan metode perdagangan margin. Investor memiliki peluang untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih besar, karena nilai relatif dari posisi perdagangan mereka lebih besar.

Tidak hanya berpotensi untung, membeli saham / cryptocurrency  dengan perdagangan margin juga dapat digunakan sebagai diversifikasi aset, dimana investor dapat membuka beberapa posisi dengan modal investasi yang relatif kecil.

Metode perdagangan margin ini memungkinkan investor memiliki akun margin yang memudahkan untuk membuka posisi dengan cepat tanpa harus mentransfer uang dalam jumlah besar ke akun mereka.

Tidak hanya peluang untung, perdagangan margin juga memiliki risiko rugi. Setiap penurunan harga walaupun relatif kecil di pasar, dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi investor. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi timbulnya kerugian, investor dituntut untuk dapat menerapkan strategi manajemen risiko dan menggunakan perangkat mitigasi risiko yang tepat.

Apa itu margin call ?

Margin call adalah sistem peringatan jika ekuitas akun perdagangan tidak cukup untuk margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi (persyaratan margin). Jadi, Margin Call adalah fasilitas broker yang memperingatkan trader jika ekuitas akun terancam oleh floating loss dari posisi perdagangan saat ini. Jadi yang di Maksud mc dalam forex yaitu Margin Call.

Jika kerugian posisi terus meningkat dan nilai ekuitas menurun jauh dari persyaratan margin, broker akan menutup sebagian posisinya, hingga persyaratan margin terpenuhi kembali. Penutupan posisi ini disebut Stop Out. Sebagian besar pedagang Indonesia salah mengartikan arti Stop Out dan Margin Call. Padahal MC merupakan fitur penyelamat bagi trader yang hampir kehabisan modal.

Cara menghitung margin

Ada broker yang mengatur level MC di 100%, ada juga yang mengaturnya di level 40%. Bagaimana cara membaca dan menghitung nilainya?

Margin Call Level 40%

Di broker lain, ada juga level dimana level Margin Call ditetapkan sebesar 40%. Artinya Anda akan mendapat peringatan dari broker jika ekuitas Anda sama dengan 40% dari persyaratan margin.

MC terjadi ketika Ekuitas = Persyaratan Margin x 40%.

Mari pertimbangkan contoh berikut :

Budi adalah seorang trader dengan leverage 1: 1000 dan ingin membeli 1 lot EUR / USD (100,000 basis unit) pada posisi 1,35000.

Baca juga :   Apa Itu DeFi dan Potensi Yang Ditawarkan Untuk Investor

Persyaratan margin Budi untuk bisa membuka dan menahan posisinya adalah 135 USD. Jika ketentuan Margin Call berada pada level 40%, pada kerugian berapakah akun Budi mendapatkan peringatan Margin Call dari broker?

MC terjadi jika Equity = 135 x 40% = 54 USD Total Losses yang memicu Margin Call = 7.000 – 54 = 6.946 USD

Dengan modal 7.000 USD, Budi akan terkena Margin Call saat kerugiannya total 6.946 USD, atau saat kerugiannya sisa akun hanya mencapai 54 USD saja.

Mengenai posisi yang akan ditutup juga masih bergantung pada level Stop Out broker Budi. Pasalnya, level Stop Out tiap broker juga berbeda-beda. Ada broker yang menempatkan level Stop Out sama dengan Margin Call pada 100%. Ada juga yang menempatkannya di level persyaratan margin 20%.

Dengan bijak, semakin besar level Margin Call dan Stop Out broker Anda, semakin besar dana yang disimpan.

Margin Call level 100%

Jika spesifikasi akun broker Anda menjelaskan bahwa level MC adalah 100%, berarti Anda akan mendapatkan peringatan dari broker jika ekuitas Anda sama dengan persyaratan margin 100%.

MC terjadi ketika Ekuitas = Persyaratan Margin x 100%.

Perhatikan contoh berikut jika Anda masih bingung:

Budi adalah seorang trader dengan Leverage 1: 1000 dan ingin membeli 1 lot EUR / USD (100,000 basis unit) pada posisi 1,35000.

Maka margin yang dibutuhkan Budi untuk dapat membuka dan menahan posisinya adalah Margin Requirement = (1,35000 x 100,000) / 1000 = 135 USD Ekuitas Budi saat ini adalah 7,000 USD.

Jika Budi mengalami kerugian hingga 6.865 USD dan tersisa 135 USD di akunnya, maka Budi akan mendapat teguran dari brokernya, atau terkena MC.

Mengenai apakah posisi akan segera ditutup atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa level Stop Out di broker Budi.

Margin trading bni sekuritas

Ini terdiri dari sistem yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk dana pinjaman. Bunga margin pada sekuritas BNI dihitung dari biaya jual beli saham, sehingga Anda akan dikenakan beberapa biaya, antara lain membeli atau membeli menggunakan sistem online sebesar 0,25%, menjual atau menjual secara online sebesar 0,25%.

Margin trading mandiri sekuritas

Mandiri Sekuritas menyediakan Fasilitas Trading Limit dan Margin. Dengan Trading Limit, Anda dapat memperdagangkan lebih dari sekadar uang tunai / aset Anda. Sedangkan melalui Fasilitas Margin, Anda bisa mendapatkan pinjaman / pembiayaan untuk menyelesaikan transaksi dengan jangka waktu yang lebih lama.

Apa itu margin dalam perniagaan ?

Margin adalah istilah yang digunakan dalam dunia keuangan untuk menunjukkan jaminan yang harus ditempatkan oleh pemegang posisi (menjual atau membeli) dalam perdagangan sekuritas, opsi atau kontrak berjangka untuk melindungi risiko kredit dari pihak lawan.

Trading sendiri sering loss? Yuk trading di tokoCrypto bareng ahli yang sudah terbukti profit ratusan persen!

Leave a Comment