Komoditas Ekspor Impor Indonesia dalam Neraca Perdagangan

Komoditas Ekspor Impor Indonesia

easyCryptoInfo.com – Layaknya sebuah aktivitas perdagangan, setiap negara pasti melakukan berbagai kegiatan pemenuhan pasar industri guna meningkatkan kestabilan ekonomi negaranya. Di dunia ini, setiap negara memiliki sumber kekayaan alam maupun industrinya masing-masing dan menjadi hak patennya. Kekayaan sumber negeri itulah yang kemudian diolah lalu bisa digunakan baik di dalam negeri atau justru diekspor ke luar negeri, sesuai dengan permintaan.

Kegiatan Ekspor Impor Secara Umum

Setiap harinya, pasar dunia selalu penuh dengan kegiatan ekspor dan impor. Bahkan saat ini, kondisi dimana terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China pun semakin gentar terjadi. Memang cukup diakui, kedua negara besar tersebutlah yang selama ini paling banyak memasok berbagai sumber komoditas di seluruh dunia.

Kita bisa mengambil contoh negara tetangga yang masih terlingkup dalam ASEAN, yaitu Brunei Darussalam. Diketahui bahwa sudah sejak lama Brunei Darussalam menjalin kerjasama perdagangan komoditas dengan negara kita, Indonesia. Berdasarkan data dari Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia, dapat diketahui bahwa beberapa sumber komoditi Indonesia ke Brunei Darussalam adalah berupa: gas bumi, hasil karet, minyak bumi, makanan dan minuman kemasan, binatang laut hidup, perhubungan, dan juga pariwisata.

Begitu juga sebaliknya, Indonesia menerima impor dari Brunei Darussalam berupa komoditi minyak mentah, bahan-bahan kimia, bahan-bahan mentah, dan alat-alat transportasi. Tentunya tidak hanya individu saja yang menjalin ikatan bersosialisasi dengan manusia lain. Antar negara pun juga terjadi ikatan sosial dimana istilah saling membutuhkan itu benar adanya.

Baca juga : Komoditas Utama yang Diminati Dalam Perdagangan Internasional

Komoditas Ekspor dan Impor Indonesia

Indonesia sudah pasti terkenal akan kekayaan sumber daya alam berupa hasil sumber energi bumi dan rempah-rempahnya. Bahkan tak hanya sampai disitu, dari tingkat usaha mandiri yang ditekuni oleh pengusaha-pengusaha di Indonesia pun juga sudah menjangkau kelas impor dalam menjual barang produksinya ke negara lain, seperti impor hasil kerajinan tangan.

Mengenal lebih jauh apa saja komoditas ekspor dan impor di Indonesia, maka ada baiknya dahulu Anda memahami lebih mendetail apa itu istilah ekspor dan impor. Ekspor adalah tindakan menjual barang keluar, sehingga komoditas ekspor merupakan kegiatan menjual barang ke luar negeri. Adapun komoditas impor merupakan kegiatan membeli barang dari luar negeri.

Indonesia yang sudah kaya akan agraris, tanaman, hasil bumi, pariwisata, laut, dan juga kerajinannya sudah berperan aktif dalam komoditas dunia. Berikut beberapa komoditas unggulan Indonesia yang diekspor langsung ke beberapa negara.

Komoditas ekspor Indonesia berdasarkan data kemendagri 2019 lebih diutamakan melalui sektor non migas. Sektor non migas tersebut terbagi atas beberapa bidang, seperti: pertanian (ikan, udang, kopi, teh, rempah-rempah, buah-buahan, biji-bijian berminyak, bahan-bahan nabati, lak, getah karet, damar, sayuran, kakao, tembakau, binatang hidup, dan berbagai produk hewan serta tumbuhan lainnya.

Adalagi sektor non migas berupa hasil industri yang meliputi berbagai mesin keperluan pembuatan bahan baku industri sampai ke tingkat olahan berbagai makanan, sayuran, dan buah-buahan.  Sektor non migas lainnya ialah mining yang berupa bahan bakar mineral dan perhiasan.

Selain ekspor Indonesia juga menerapkan sistem impor dengan beberapa negara. Sektornya pun masih berupa non migas yang meliputi: mesin-mesin pesawat, mesin mekanik, peralatan listrik, bahan kimia organik, besi dan baja, pupuk, berbagai bahan kimia anorganik, makanan olahan, dan masih banyak lagi.

Tentunya hal ini dapat terjadi dikarenakan kebutuhan akan barang pokok begitu meningkat. Namun ada baiknya Anda juga mengenal terhadap jenis-jenis barang memiliki nilai berjangka dan pastinya termasuk dimiliki oleh komoditas di negeri sendiri. Beberapa barang yang memiliki nilai berjangka ialah: emas, minyak sawit, kopi, coklat, karet, dan juga batu bara.

Maka dari itu, ada baiknya kita semakin mencintai produk dalam negeri dengan memanfaatkan dan mengolah secara bijaksana hasil komoditas dalam negeri sendiri. Mencintai produk komoditas negeri juga bisa meningkatkan nilai komoditas negeri di pasar dunia dan pastinya dapat berdaya saing dengan negara-negara lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*