Yuk Intip Keuntungan dan Resiko Menabung Saham Supaya Lebih Paham

Apakah anda sedang mencari saham belakangan ini ? maka anda perlu memahami keuntungan dan resiko menabung saham terlebih dahulu. Pada dasarnya, semua opsi investasi mengandung peluang keuntungan dan risiko kehilangan di sisi lain.

Sebagai contoh, deposito dan simpanan yang ada di bank memiliki risiko kecil karena disimpan dengan aman di bank, tetapi kelemahannya adalah kuntungan yang diperoleh akan lebih kecil daripada profit yang bisa diperoleh dari saham.

Investasi dalam properti (rumah dan tanah) semakin banyak harga meningkat maka untung juga akan semakin banyak, tetapi investasi ini juga memiliki risiko seperti digusur atau kebakaran, sementara bisnis itu sendiri juga memiliki risiko tersendiri seperti kebangkrutan, sementara investasi dalam emas itu memiliki risiko jatuh harga.

Dan dalam bahasan ini kami akan membahas lebih dalam mengenai keuntungan dan resiko menabung saham, mari simak postingan ini sampai habis.

Keuntungan Menabung Saham

1. Keuntungan Dividen

Ini mewakili keuntungan perusahaan yang dibagikan dengan pemegang saham. Secara umum, tidak semua keuntungan perusahaan dibagi dengan pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditanam kembali.

Jumlah dividen yang diterima ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan. Tetapi apa yang harus diperhitungkan adalah bahwa perusahaan tidak selalu mendistribusikan dividen kepada pemegang saham, tetapi tergantung pada kondisi perusahaan itu sendiri (terutama sehubungan dengan keuntungan yang diperoleh).

Yang berarti bahwa jika suatu perusahaan mengalami kerugian, tentu saja, dividen tidak akan didistribusikan dalam tahun tersebut.

2. Keuntungan Capital Gain

Inilah manfaat dari penjualan dan pembelian saham dalam bentuk nilai lebih dari nilai pembelian saham. Misalnya, saat membeli nilai Rp 2.000 per lembar kemudian menjualnya seharga Rp 2.500. Jadi selisihnya Rp. 500 disebut capital gain.

Saham adalah nilai yang paling populer di antara sekuritas di pasar modal. Karena, dibandingkan dengan investasi lain, saham memungkinkan investor untuk memperoleh laba kembali atau lebih tinggi dalam waktu yang relatif singkat (pengembalian tinggi).

Selain kinerja tinggi, saham juga memiliki sifat berisiko tinggi yaitu ketika harga saham juga dapat jatuh dengan cepat, atau saham mereka dihapus dari pasar saham (pencatat dihapuskan) dari bursa saham.

Bahwa pembelian dan penjualan harus menemukan pembeli / penjual sendiri dan stok tidak memiliki harga referensi pasar. Dengan karakteristik imbal hasil tinggi dan risiko tinggi, investor harus terus memantau pergerakan harga saham yang mereka miliki, sehingga keputusan yang tepat dapat dibuat pada saat yang tepat.

Baca juga : Simak! Inilah 3 Cara Jitu Berinvestasi di Pasar Saham Eropa

Resiko Menabung Saham

1. Risiko Likuidasi

Perusahaan-perusahaan yang anda miliki sahamnya, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan dibubarkan. Dalam hal ini, hak klaim pemegang saham menerima prioritas akhir setelah semua kewajiban perusahaan dapat dibayarkan (dari hasil penjualan aset perusahaan). Jika masih ada sisa dari hasil penjualan aset perusahaan, sisanya dibagi secara proporsional kepada semua pemegang saham.

2. Resiko Capital Loss

Ini adalah kebalikan dari capital gain, yang merupakan kondisi di mana investor menjual saham yang berada di bawah harga beli. Misalnya, tindakan PT. ABCDE dibeli dengan harga 5.000 rupiah per saham, kemudian harga saham terus turun menjadi 2.400 rupiah per saham. Karena ketakutan bahwa harga saham akan terus turun, investor kemudian menjual dengan harga itu untuk kehilangan Rp.2.600 per saham. Itu adalah hilangnya modal yang menjadi kewajiban investor.

Demikianlah postingan tentang keuntungan dan resiko menabung saham yang perlu anda ketahui sebelum terjun langsung kedunia saham, jika anda sudah siap dengan resikonya maka saatnya anda sudah bisa untuk mempersiapkan dana dan lansung terjun kesana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*