Informasi Harga Komoditas Pertanian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Informasi Harga Komoditas Pertanian

Semakin lama, sector pertanian di Indonesia semakin terus memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian nasional. Pertanian yang ada di Indonesia juga bisa dikatakan roda penggerak dari perekonomian nasional.

Tidak hanya menghasilkan bahan pangan yang bisa digunakan untuk memenui kebutuhan masyarakat, tetapi pertanian juga memang menjadi prioritas yang harus selalu ditingkatkan produktivitasnya. Saat ini beberapa sector pertanian yang ada di Indonesia dari sisi produksi merupakan sektor kedua yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ada di Indonesia selain industri pengolahan.

Sebenarnya, ada berbagai komoditas pertanian yang sudah menjadi unggulan Indonesia. Komoditas inilah yang menjadi sumber dari pendapatan negara dan dapat mensejahterahkan rakyat Indonesia. Apalagi informasi harga komoditas pertanian juga sudah disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan petani. Ekspor pertanian bisa menjadi salah satu usaha yang dilakukan untuk memasarkan komoditas yang berasal dari Indonesia ke seluruh negara yang ada didunia.

Informasi harga komoditas pertanian utamanya pada bahan pangan memang sering menjadi sorotan. Yang tentunya karena memang menyangkut hajat hidup petani sekaligus orang banyak. Logikanya jika harga pasa turun petani akan menjerit sedangkan jika harga naik masyarakat yang bukan petani yang akan berteriak. Oleh karena ketika kenaikan harga komoditas pangan sering dianggap lebih berbahaya dan sering kali dilakukan adanya operasi pasar untuk menurunkan harga.

Berikut ini beberapa factor yang mempengaruhi harga komoditas pertanian, diantaranya:

1. Perubahan Dalam Harga Input

Yang termasuk dalam input adalah pupuk, bibit dan benih, air, obat dan protein, peralatan utama dalam pertanian, tenaga kerja dan juga tanah. Ketika ada salah satu atau sebagian besar harga input naik maka akan menyebabkan kenaikan harga untuk petani atau pembudidaya on farm. Sebagai contoh, harga pupuk dan tenaga kerja yang baik maka petani atau pembudidaya on farm juga akan menaikan harga komoditas dari hasil panen.

Baca juga : Pasar Komoditas Jakarta dengan Prospek Ekonomi yang Baik

2. Harga Komoditas Lainnya yang Saling Berhubungan

Ketika terjadi penurunan atau kenaikan harga komoditas pertanian nantinya akan mempengaruhi komoditas lain yang saling berhubungan. Contohnya, ketika kenaikan harga ayam potong naik maka akan menyebabkan kenaikan harga pada jagung yang mana sebagai bahan atau sumber pakan dari ayam

3. Adanya Perubahan Teknologi

Perubahan teknologi yang sangat berpengaruh pada harga komoditas pertanian adalah adanya perubahan teknologi pada tingkat hulu. Contohnya, dengan adanya pupuk atau teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas budidaya hingga 100%. Maka hal ini akan dapat menurunkan harga baik dari sisi penawaran karena memang produksi yang sangat melimpah

4. Terjadinya Ramalan Penjualan Pada Harga

Kebanyakan petani akan menahan penjualan dan juga meningkatkan harga ketika melihat adanya trend permintaan atau harga yang akan meningkat di masa yang akan datang. Misalnya, ketika harga gabah baik sewaktu datang musim kemarau atau bisa juga turun karena musim tanam sudah dimulai

5. Pengaruh Cuaca

Cuaca memang sangat berpengaruh besar pada adanya produktivitas pada budidaya outdoor. Misalnya harga cabai akan sangat tinggi ketika musim hujan karena sangat mempengaruhi produktivitas cabai yang bisa menurun ketika musim hujan terjadi.

Untuk informasi harga komoditas pertanian sendiri sebenarnya untuk saat ini sudah dimudahkan oleh kementrian pertanian dengan dibuatkan aplikasi pertanian. Disana terdapat berbagai menu mulai dari format sms, strategi, provinsi, laporan dan berbagai menu lainnya yang bisa sangat memudahkan untuk mengecek harga komoditas pertanian yang ada baik di wilayah provinsi tertentu atau di seluruh Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*