Harga Tembaga dan Berbagai Faktor yang Mempengaruhinya

Harga Tembaga terbaru

Pada lingkup yang lebih luas harga tembaga yang baru biasanya dipengaruhi oleh kurs dolar AS. Harga tembaga pada kontrak pengiriman 3 bulanan di London Metal Exchange (LME) berakhir di angka USD 6.807 per metrik ton atau dapat dikatakan telah menguat 0,15 persen dari harga pada perdagangan di pasar sebelumnya.

Pada minggu-minggu sebelumnya tercatat  tembaga sempat mengalami penurunan pada angka 2,4 persen di posisi USD 6.797 per metrik ton. Harga dari sebuah tembaga biasanya ditentukan dari kualitas dan jenisnya, termasuk sebuah tembaga yang benar-benar baru atau bekas.

Berbagai Hal yang Mempengaruhi Harga Tembaga

Tembaga yang memiliki kandungan nilai murni dan baru dalam wujud butiran dijual dengan harga yang tergolong mahal. Harganya dapat mencapai Rp 610 per 1 kilogram. Sedangkan untuk harga tembaga bekas per kilo digolongkan menjadi 3 bagian besar. Yaitu tembaga rongsokan jenis TS dan harganya mencapai Rp 53 ribuan per kg.

Yang kedua adalah rongsok tembaga jenis BC harganya Rp 50 ribuan per kg dan yang ketiga adalah rongsok tembaga jenis TB dijual harga Rp 42 ribuan per kg. Ada sebuah analis yang mengatakan bahwa PT Asia Tradepoint mengatakan bahwa harga tembaga sempat mengalami penurunan lantaran beredar kabar tentang adanya kesepakatan positif sehubungan dengan negosiasi antara Escondida, tambang-tembaga selaku produsen terbesar di dunia dengan para pekerjanya.

Produksi dalam negeri juga dapat dikatakan masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Selama kuartal pertama tahun 2018. Nilai produksi dari tembaga Freeport McMoran. Yang merupakan  induk usaha PT Freeport Indonesia dilaporkan belum mengalami kenaikan secara signifikan.

Baca juga : Tembaga Sulfat yang Memiliki Manfaat Besar Bagi Manusia

Angka produksi tembaga PT. Freeport sedikit mengalami kenaikan dengan angka berada pada 851 juta pon dan menjadi 952 juta pon. Selain tembaga yang baru diolah, tembaga bekas pun dapat dikatakan memiliki pasar sendiri di Indonesia.

Biasanya pada tembaga bekas terutama yang berjumlah banyak, biasanya akan diterima oleh pengepul besi tua atau rongsokan pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh tembaga-tembaga bekas tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi apabila dikirim dan diekspor ke luar negeri.

Tembaga sendiri merupakan unsur kimia dan tergolong benda logam yang sangat ulet dan berwarna kemerahan. Berada pada grup ke-11 yang terdapat di  tabel periodik yang merupakan konduktor listrik dan panas yang luar biasa baik. Tembaga sendiri ditemukan dalam bentuk logam bebas di alam lepas. Tembaga asli ini pertama kali digunakan pada tahun 8000 SM sebagai pengganti batu oleh orang Neolitik pada Zaman Batu Baru.

Keunikan dari Tembaga

Tembaga banyak terdapat dalam abu rumput laut, di banyak karang laut, dalam hati manusia, dan di dalam banyak moluska dan artropoda. Tembaga sendiri telah memainkan peran yang sama dalam transportasi oksigen dalam hemocyanin moluska berdarah biru. Namun tidak terdapat dalam hemoglobin hewan berdarah merah. Kehadiran tembaga pada kehidupan manusia sebagai elemen dapat membantu mengkatalisis pembentukan hemoglobin.

Produsen Tembaga Terbesar di Dunia

Deposit dari tembaga yang ada di Pegunungan Andes Chili adalah deposit mineral tembaga terbesar yang pernah dikenal pada peradaban manusia. Pada awal abad ke-21 Chile menjadi produsen tembaga terbesar di dunia. Produsen utama lainnya termasuk Amerika Serikat, Peru dan Australia. Tembaga yang asli banyak ditemukan di lokasi sebagai mineral utama di dalam lava basaltik.

Selain itu, tembaga juga dapat sebagai bahan reduksi dari senyawa tembaga seperti sulfida, arsenides, klorida, dan juga karbonat. Di dalam logam Tembaga dapat dikombinasikan dalam banyak mineral, seperti kalkosit, kalkopirit, borni, cuprite, perunggu, dan azurite.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*