Harga Komoditas Batu Bara di Indonesia Beserta Prospek Ke Depannya

Harga Komoditas Batu Bara di Indonesia

Indonesia terkenal akan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Sejak jaman nenek moyang pun, sumber daya alam di Indonesia sudah menjadi ciri khas Indonesia dan bahkan menjadi incaran bagi beberapa negara Eropa pada saat itu. Sumber daya alam pun terdiri atas dua kategori, yaitu sumber daya dapat diperbaharui dan sumber daya tidak dapat diperbaharui.

Berbicara mengenai sumber daya di Indonesia, maka salah satu sumber komoditas yang tetap menjadi titik utama penghasil ekonomi dan juga meningkat hingga ke pasar ekspor di berbagai negara ialah, batu bara. Indonesia termasuk komoditas ekspor batu bara terbesar ke 4 dari 10 negara di dunia. Kekayaan melimpah batu bara di Indonesia berasal dari banyaknya tumbuhan yang mati dan telah memfosil lalu tertimbun selama ratusan tahun.

Pastinya dengan penjualan batu bara Indonesia ke beberapa negara seperti India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan juga Filipina, maka menyebabkan harga penjualan yang terus berubah-ubah sesuai dengan harga pasar dunia. Tentunya jika kita menelisik lebih lanjut mengenai perubahan harga komoditas batu bara di Indonesia, maka berikut ini adalah penjelasannya.

Harga Komoditas Batu Bara Indonesia

Berdasarkan data dari pusat statistik menunjukkan bahwa dari rentang waktu Januari-Oktober 2017 sampai dengan Januari-Oktober 2018 pun, beberapa negara pengimport besar batu bara Indonesia ini berasal dari wilayah Asia. Negara pembeli batu bara terbesar ialah India dengan peningkatan pembelian pada tahun 2017 sebesar 80 ton dan meningkat menjadi 90 ton pada akhir tahun 2018. Tentunya jumlah ekspor batu bara untuk tahun 2019 belum dapat terhitung hingga sampai pada bulan Oktober nanti.

Baca juga : Komoditas Jangka Panjang Utama Indonesia untuk Kegiatan Ekspor

Namun, tercatat bahwa pada awal tahun 2019 atau lebih tepatnya kuartal I (sampai dengan Mei 2019) ini terjadi penurunan harga batu bara. Pada April 2019 saja terjadi penurunan harga jual batu bara dari yang 90 dolar AS per metrik ton kini menjadi 88.85 AS per metrik ton.

Berdasarkan harga historis nya pun, nilai batu bara pada bulan Mei ini mengalami sedikit penurunan. Terhitung sejak tanggal 2 Mei yang memiliki nilai sebesar 62,95 %, lalu turun menjadi 61,55 % pada 14 Mei. Tercatat pada tanggal 14-15 Mei 2019 nilai komoditas batu bara menjadi 59,05 % lalu pada 17-20 Mei 2019 menjadi 57,55 % dan terakhir terhitung dari tanggal 21-31 Mei 2019 nilai berada di angka 55,55 %.

Penurunan harga batu bara disebabkan oleh turunnya permintaan batubara oleh negara pengimpor terbesar yaitu India. Beberapa perusahaan yang menggunakan sumber daya batu bara ini mengalami permasalahan pabrik sehingga sampai tutup beroperasi. Turunnya nilai jual batubara terus berlanjut sampai pada bulan Mei ini. Tercatat, berdasarkan data dari Bursa ICE Newcastle sendiri terjadi pelemahan nilai jual batu bara menjadi 84,90 per metrik ton.

Optimisme Terhadap Harga Komoditas Batu Bara

Nyatanya terjadi penurunan dan juga penaikan harga jual batu bara di pasar dunia bukanlah hal baru dan lumrah saja terjadi. Sampai saat ini pun untuk beberapa negara pembeli rutin batu bara Indonesia tetap konsisten dan masih dalam jangka aman. Rupanya pemilihan batubara menjadi sumber energi memiliki beberapa kelebihan yang dijelaskan sebagai berikut ini:

Kelebihan dalam penggunaan batu bara:

1. Memiliki Harga yang Relatif Lebih Murah Dibandingkan dengan Sumber Energi Lain.

Bisa jadi dengan harga yang relatif murah dan terjangkau merupakan pilihan utama bagi para konsumen untuk menggunakan batu bara. Mengoptimalkan biaya pengeluaran namun tetap mendapatkan manfaat yang maksimal sebagai sumber bahan bakar merupakan kelebihan batu bara.

2. Batu Bara Bisa Menjadi Sumber Energi Terbarukan Sebagai Pengganti Minyak Bumi

Sumber energi untuk tenaga listrik saat ini terus menggunakan minyak bumi. Tidak hanya itu saja, berbagai sumber tenaga kendaraan pun tetap memanfaatkan minyak bumi. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, meski batubara juga termasuk namun setidaknya saat ini sumber batu bara masih melimpah di Indonesia. Maka potensi ke depan penggunaan batu bara dengan modifikasi sifat kimia yang aman dan ramah terhadap lingkungan mungkin bisa menjadi alternatif penggunaan sumber energi di Indonesia, bahkan di dunia sehingga nilai jualnya pun akan semakin meningkat.

3. Pusatnya Berbagai Produk Industri

Batu bara dapat dijadikan sebagai sumber utama dalam pengolahan berbagai bahan industri di dunia. Beberapa bahan industri tersebut ialah: semen, baja, aluminium, kertas, farmasi, bahan-bahan kimia, produk pupuk pertanian, dan masih banyak lagi.

Itulah penjelasan mengenai komoditas batu bara di Indonesia lengkap dengan jejak harganya di pasaran dunia. Meski jumlahnya banyak, tetap saja batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan bisa saja akan habis di sewaktu-waktu. Sudah saatnya kita sebagai generasi muda meneruskan ide memukau dalam menemukan sumber daya terbarukan dan berdaya nilai tinggi, tidak hanya demi menjamin kekayaan sumber negeri namun juga meningkatkan ekonomi negeri sendiri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*