Cara Menabung Saham di Bank Yang Wajib Dipelajari Oleh Pemula

Rakuten Akan Segera Mengakuisisi Exchange

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari cara menabung saham di Bank? maka anda sudah membuka halaman yang tepat, karena dalam halaman ini anda akan menemukan apa yang sedang anda cari!

Apa itu Saham ?

Saham adalah bukti partisipasi atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika Anda memiliki sumber daya bersama, Anda juga dapat disebut pemilik atau pemilik perusahaan, tergantung pada seberapa banyak properti Anda.

Bagaimana Bentuk saham ?

Bentuk saham adalah selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya muncul di surat itu adalah pemilik saham sesuai dengan persentase atau investasi yang diinvestasikan dalam perusahaan.

Jika perusahaan itu mengalami perkembangan pesat, maka sahamnya akan memiliki nilai jual tinggi karena dapat menghasilkan keuntungan besar. Di sinilah daya tarik investasi dalam bentuk saham.

Cara Menabung Saham di Bank

Sebenarnya tidak ada persyaratan khusus untuk menabung saham. Yang dibutuhkan hanyalah dokumen identitas untuk membuka rekening sekuritas. Calon Nasaban yang bukan karyawan tetap atau Anda masih mahasiswa juga bisa mebung saham.

Berikut persyaratan yang perlu anda siapkan untuk menabung saham di Bank :

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Mengisi Formulir dan Menyetor Sejumlah Dana
  • Membuka rekening efek
  • Tentukan nominal dana yang disisihkan untuk nabung saham
  • Tentukan saham yang ingin ditabung
  • Setor dana secara rutin setiap periode
  • Beli saham secara rutin setiap periode
  • Mulai menabung saham

Baca juga : Cara Investasi Saham Syariah Dan Beberapa Mekanisme Saham Syariah

Kriteria Saham Yang Cocok Untuk Investasi Jangka Panjang

Karena teknik menyimpan saham untuk investasi jangka panjang, saham yang dipilih harus berasal dari perusahaan yang telah menunjukkan kinerjanya. Nah, bagaimana Anda mengetahuinya? Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan:

  • Pilih saham perusahaan yang sudah lama berdiri atau beroperasi.
  • Manajemen perusahaan yang Anda pilih adalah orang baik dan tidak pernah mengalami masalah yang serius.
  • Perusahaan besar dan pemimpin di sektornya. Misalnya, di sektor konsumen ada saham INDF / Indofood Tbk. yang bisa dikatakan sebagai ‘raja mi instan’.
  • Beli saham perusahaan terkenal, yang dikenal oleh banyak orang.
  • Prospek bisnis dan pertumbuhan laba jangka panjang cukup menjanjikan.
  • Manfaatnya terus bertambah dari 10 atau 5 tahun terakhir.
  • Bisnisnya sederhana dan mudah dimengerti.
  • Saham yang memiliki likuiditas yang baik, jika memungkinkan, yang masuk ke LQ45 (45 daftar saham terlikuid) ketika dibeli untuk pertama kalinya. Liquid dimaksudkan untuk diperdagangkan secara besar-besaran di pasar saham, membuatnya mudah setiap kali Anda ingin membayarnya.
  • Pilih beberapa tindakan yang memiliki fondasi dasar (manfaat terus bertambah dalam 5 tahun terakhir), setelah opsi tersebut pilih yang terbaik.
  • Grafik tampaknya terus bertambah seiring waktu.

Jika Anda telah menjalakan transaksi saham, Anda mungkin memiliki kriteria tambahan, tetapi apa yang kami sebutkan di atas layak menjadi referensi untuk mulai menabung saham saat ini.

Kriteria di atas juga merupakan bentuk manajemen risiko untuk berhasil mengalikan aset di masa depan, untuk dinikmati atau ditransmisikan ke anak cucu anda. Dan satu lagi, saran kami, jika Anda seorang Muslim, hanya membeli saham syariah untuk lebih diberkati dan aman di akhirat.

Demikianlah postingan tentang cara menabung saham di Bank, jangan lupa juga menggali potensi lain supaya anda bisa mendapatkan profit yang layak dari investasi jangka panjang anda dipasar saham.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*