Broker Forex Terbaik Untuk Melakukan Scalping Dengan Mudah

Broker Forex Terbaik Untuk Melakukan Scalping

Scalping adalah metode trading di mana seorang trader akan berusaha untuk sering membuka posisi, di mana setiap posisi berukuran kecil dan hanya bertahan selama beberapa saat untuk mendapatkan keuntungan yang kecil dan bertumpuk. Dengan pemikiran itu, seorang scalper mungkin akan mendapatkan banyak keuntungan dan kerugian yang terkait dengan syarat dan ketentuan trading.

Cara Untuk Trading Dengan Metode Scalping

Broker Forex biasanya menyediakan fasilitas trading untuk kliennya berdasarkan beberapa kriteria tertentu, yang mungkin atau mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan scalper. Jika Anda seorang scalper atau ingin trading dengan scalping, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Cari cara terbaik untuk melakukan scalping

Dalam praktiknya, membuka dan menutup trading berulang kali dalam frekuensi tinggi akan memakan sumber daya server. Itu sebabnya, tidak setiap broker memungkinkan scalping karena kapasitas server terbatas, terutama pada musim-musim tinggi di mana volume trading bisa sibuk. Atau, Anda bisa mencari pialang apa saja yang secara eksplisit memungkinkan praktik scalping.

2. Penetapan pasar yang sesuai

Karena sifat scalping, setiap pip penting. Dalam hal itu, requote dan slippage bisa menjadi mimpi terburuk Anda. Anda perlu memastikan bahwa broker Anda memberikan kuotasi pasar yang adil (daftar harga). Pialang tersebut biasanya menggunakan model NDD (non-dealing desk) atau ECN (Electronic communication network) tanpa requote dan slippage yang cukup dapat diterima.

3. Mempertimbangkan Broker Forex yang akan Anda gunakan

Tidak ada yang mau melakukan scalping dengan menipu broker toko lain. Mereka dapat memanipulasi trading dan menguras ekuitas akun Anda. Sebaliknya, broker di bawah regulasi ketat akan diminta untuk mengikuti aturan yang diterapkan oleh regulatornya. Karena itu, scalper membutuhkan broker yang teregulasi. Cara teraman yang dapat Anda lakukan adalah dengan memeriksa status peraturan broker.

Setiap yurisdiksi memiliki regulator sendiri, seperti CFTC dan NFA di AS, FCA di Inggris, ASIC untuk Australia, dan sebagainya. Sama seperti broker, beberapa regulator dianggap baik di industri dengan menerapkan pemantauan bonafide, sementara beberapa lainnya dianggap kurang menguntungkan. Pastikan Anda mengetahui status peraturan broker Anda dan kualitas layanan yang dijaminnya.

4. Gunakan leverage yang tinggi

Scalping bisa sangat menuntut dalam hal profitabilitas, karena setiap trading kecil dapat menghasilkan untung atau rugi. Untuk meningkatkan keuntungan, scalper dapat terlibat dalam risiko yang lebih tinggi untuk meningkatkan hadiah mereka. Karena itu, mereka akan menggunakan leverage yang lebih tinggi.

Meski begitu, leverage yang tinggi dapat menyebabkan rentetan kemenangan yang luar biasa atau serangkaian kekalahan yang mengalahkan diri sendiri. Selalu waspada setiap kali Anda mencoba menggunakan strategi apa pun yang melibatkan taruhan yang lebih tinggi daripada yang sebenarnya Anda bisa kunyah.

5. Spread yang rendah

Penyebaran hanyalah biaya yang harus dipertimbangkan setiap scalper setiap kali mereka membuka posisi. Bayangkan sebuah kasus di mana metode scalping mempekerjakan lebih dari satu atau bahkan ratusan posisi sekaligus. Dalam hal itu, total biaya mungkin lebih tinggi daripada potensi keuntungan.

Dengan demikian, spread rendah wajib untuk scalping. Tak perlu dikatakan, hindari trading aset tidak likuid (persilangan, komoditas dan berjangka) atau situasi tidak likuid (jual beli berita) karena kesenjangan spread mengambang yang tinggi.

List Broker Forex Terbaik Untuk Scalping

Untuk Anda yang ingin mencoba metode scalping saat trading maka Anda bisa menggunakan broker forex berikut ini:

  1. Exness
  2. IC Markets
  3. Pepperstone
  4. Think Markets
  5. FXTM
  6. Hirose UK
  7. FX Pro
  8. FXCM
  9. Orbex
  10. FX Open

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*