6 Fakta Tentang Kolerasi Mata Uang Dalam Trading

Tahukah Anda bahwa satu pasangan mata uang memiliki informasi tertentu tentang pasangan mata uang lain Misalnya, dengan Gopher, atau pasangan mata uang GBP (atau Great Britain Pound) dan JPY (atau Yen Jepang), pasangan ini dikatakan memiliki korelasi dengan pasangan mata uang lain, USD (atau Dolar AS) dan JPY. Karena itu, pergerakan pasar yang melibatkan USD / JPY dapat mempengaruhi GBP / JPY.

Fakta-Fakta Tentang Kolerasi Mata Uang

Hubungan antara pasangan mata uang disebut korelasi mata uang. Saat trading di pasar valuta asing, Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda. Adapun beberapa fakta mengenai kolerasi mata uang saat trading adalah sebagai berikut:

1. Kolerasi antara mata uang sangat bervariasi

Signifikansi dari saling ketergantungan dijelaskan pada penentuan korelasi co-efisien. Angka tersebut berkisar antara positif 1 dan negatif 1; ketika condong ke arah nilai positif (yaitu nilai sekitar 0,4 hingga +1), ini menunjukkan korelasi yang kuat. Sebaliknya, ketika mendekati nilai negatif (yaitu nilai sekitar 0,3 hingga -1), ini menunjukkan korelasi yang lemah.

2. Antara pasangan mata uang tidak selamanya sesuai

Korelasi mata uang adalah teknik yang mengistimewakan seorang trader untuk mendefinisikan saling ketergantungan dari 2 set pasangan mata uang; dalam kasus ketika menggambarkan pergerakan akhirnya pada pasangan mata uang adalah hampir mustahil, solusinya adalah beralih ke pasangan yang berkorelasi. Selain membantunya membuat prediksi yang lebih baik, itu juga dapat memberinya peluang trading yang menjanjikan.

3. Kolerasi mata uang bisa menggambarkan sensitivitasnya di beberapa elemen pasar

Korelasi mata uang menggambarkan sensitivitas pasangan mata uang terhadap berbagai elemen pasar dan kondisi ekonomi, serta perilaku trading secara keseluruhan. Dalam hal ini, jika nilai pasangan mata uang mengalami depresiasi, kemungkinan besar adalah nilai dari pasangan mata uang yang berkorelasi menguat. Begitupun juga bisa sebaliknya dimana pasangan mata uang menjadi menurun kekuatannya.

4. Tidak adanya pergerakan di kolerasi mata uang

Seperti disebutkan, koefisien korelasi mata uang berkisar antara positif 1 dan negatif 1; angka tersebut bisa sama dengan 0. Dengan 0 sebagai co-efisien, itu berarti hampir tidak ada pergerakan di antara pasangan mata uang. Karena terkadang nilai mata uang menjadi konsisten jika sedang melakukan trading. Namun tidak jarang juga mengalami kenaikan yang sangat pesat maupun penurunan yang pesat.

5. Terjadinya trading yang berbeda di kolerasi mata uang

Dengan transaksi mata uang, seorang trader entah bagaimana mengejar 2 trading yang berbeda. Misalnya, dengan contoh di atas (misalnya dengan GBP / JPY dan trader berbasis di AS). Sementara dia trading dengan menggunakan GBP / JPY, dia sebenarnya trading dengan derivatif (atau pasangan yang berkorelasi) GBP / USD dan USD / JPY. Sehingga meskipun berbeda mata uangnya namun keuntungan yang di dapat tetap sama.

6. Kolerasi mata uang bisa meningkatkan keuntungan

Sebagian besar trader forex dapat menggunakan korelasi mata uang untuk memaksimalkan keuntungan saat sedang menjalankan trading, tetapi hanya jika diperbarui. Dianjurkan untuk memeriksa rilis terbaru tentang korelasi mata uang karena nilai dapat sering berubah. Apalagi jika USD berubah maka otomatis nilai mata uang yang lain juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu selalu up to date kolerasi mata uang sebelum trading sangatlah penting.

Keuntungan yang mungkin dapat benar-benar membantu posisi trader karena variabel korelasi dapat digunakan untuk membuat perkiraan yang lebih akurat. Hal ini juga terbukti bermanfaat bagi trader gerilya, trader momentum, scalper, trader harian, dan trader jangka pendek.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*